Senin, 13 Februari 2012

LAPORAN MAGANG

LAPORAN   MANDIRI


UNIT JAMKESMAS RSUD UNDATA PALU


Oleh:
SOFYAN
08.10.7.1.0072



FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
JURUSAN ADMINISTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALU
T.A 2011/2012





BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Program magang adalah kegiatan intrakurikuler terstruktur berupa kegiatan praktek kerja mahasiswa program sarjana (S1) kesehatan masyarakat di instansi terkait dengan bidang kesehatan baik swasta, pemerintah maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang relevan.
Pendidikan tinggi di harapkan mampu menghasilkan sarjana yang akan mengisi posisi manajerial menengah sampai puncak dengan bekal pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh dari perguruan tinggi. Kenyataan dilapangan seringkali menunjukan bahwa lulusan perguruan tinggi (fresh graduate) belum mampu secara optimal mengaplikasikan pengetahuan yang di adopsinya ke dalam dunia kerja. Hal itu dikarenakan adanya kesenjangan antara teori yang diperoleh dengan kenyataan dilapangan yang lebih kompleks terutama dalam manajemen dibidang kesehatan di rumah sakit, dinas kesehatan maupun puskesmas yang merupakan suatu institusi dengan sumber daya yang padat ilmu, padat teknologi dan padat karya.
Untuk melengkapi kemampuan mahasiswa dengan pengalaman praktis di lapangan, program studi ilmu kesehatan masyarakat mengembangkan program magang di institusi yang terkait dengan kesehatan baik instansi pemerintah, swasta, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Magang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan pada program Sarjana Kesehatan Masyarakat (S1). Pada dasarnya kegiatan ini adalah kegiatan  intrakurikuler yang berupa kegiatan belajar di lapangan yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada para mahasiswa dalam menggunakan aplikasi teori kedalam praktek lapangan.
Kepesertaan magang di ikuti oleh seluruh Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu semester VII atau yang telah mencapai minimal 100 SKS.

B.   Tujuan Magang
1.    Tujuan Umum
Memberikan kemampuan kepada mahasiswa melalui kesepadanan pengetahuan yang di peroleh dengan fenomena yang ada di institusi yang relevan denagn bidang kesehatan.

2.    Tujuan Khusus
a.    Meningkatkan pengetahuan mahasiswa dalam manajemen kesehatan
b.    Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengumpulkan data
c.    Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasikan masalah kesehatan
d.    Meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam menyusun rencana pemecahan masalah.

C.   Manfaat Magang
1.    Bagi Institusi
a.    Institusi dapat memanfaatkan tenaga terdidik dalam membantu penyelesaian tugas-tugas kantor untuk kebutuhan di unit kerja masing-masing
b.    Institusi mendapat alternative calon tenaga kerja yang telah dikenal mutu dan kredibilitasnya
c.    Mendapatkan masukan baru dari pengembangan keilmuan di perguruan tinggi
d.    Menciptakan kerja sama yang saling menguntungkan dan bermanfaat antara institusi tempat magang dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu
2.    Bagi Program Studi
a.    Laporan magang dapat menjadi salah satu audit internal kualitas pengajaran
b.    Memperkenalkan program kepada instansi yang bergerak di bidang kesehatan
c.    Mendapatkan masukan yang berguna untuk penyempurnaan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja
d.    Terbinanya jaringan kerja sama dengan institusi tempat magang dalam upaya meningkatkan keterkaitan dan kesepadanan antara substansi akademik dengan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan kesehatan masyarakat
3.    Bagi Mahasiswa
a.    Mendapatkan keterampilan dibidang manajemen dan teknis kesehatan masyarakat
b.    Terpapar dengan kondisi yang sesungguhnya dan pengalaman di instansi kesehatan atau instansi lain yang relevan
c.    Mendapatkan pengalaman menggunakan metode analisis masalah yang tepat terhadap pemecahan masalah kesehatan masyarakat
d.    Memperoleh bahan untuk penulisan skripsi

D.   Waktu dan Lokasi Magang
Magang dilaksanakan pada tanggal; 9 Januari s/d 11 Februari 2012 di Unit Pengelolah Jamkesmas RSUD Undata Palu.


BAB II
ANALISIS SITUASI UMUM
1.    Gambaran Umum
Sejarah RSUD Undata
Undata berdiri sejak tanggal 7 Agustus 1972, berlokasi di pesisir teluk Palu, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Propinsi Sulawesi Tengah No. 59/DH.TAP/1972, dan diberi nama UNDATA yang memiliki arti Obat Kita. Kata ini sekaligus bermakna tentang layana kesehatan dalam cakupan bersifat prefentif, kuratif, dan rehabilitatif pada tatanan kebersamaan “Mosangu Mosipakabelo”.
Diawal kelahirannya, RSU Undata diawaki oleh 1 dokter spesialis, 4 dokter umum dengan kapasitas tempat tidur 90 orang dan sejumlah tenaga perawat, non perawat dan tanaga non medis.
Sesuai SK. menteri Kesehatan No. 93/Menkes/SK/1995, RDUD Undata berubah dari kelas RS Type C menjadi kelas TS Type B Non Pendidikan dalam lingkup tugas dan fungsi diatur melalui Perda No. 2 Tahun 2003 tanggal 20 Maret 2003.
Dari awal perjalanannya hingga kini, RSUD Undata telah dipimpin oleh 6 Direktur yang telah mewarnai sepanjang perjalanan RSUD Undata sampai saat ini.
Orientasi rumah sakit ke depan berdasarkan UU No. 1 Tahun 2004 yang diimplementasikan ke dalam Permendagri No. 61 tahun 2007 tentang Pedoman Rumah Sakit sebagai Badan Layanan Umum Daerah yang lebih mengoptimalkan peningkatan layanan mutu yang lebih berkualitas kepada masyarakat. 




Visi dan Misi
a.    Visi
“Menjadi Rumah Sakit Yang Terdepan dan terbaik di Propinsi Sulawesi Tengah”
b.    Misi
·         Meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang profesional serta menyiapkan dan megembangkan sumber daya manusia;
·         Meningkatkan Pendapatan Rumah sakit dan Kesejahteraan karyawan; dan
·         Meningkatkan kerjasama dengan mitra rumah sakit.

RSUD Undata lama
Sesuai surat keputusan gubernur no: 59/DH/TAP/1972, surat keputusan menteri kesehatan no:93/menkes/sk/1995 setingkat badan: perda no.02 tahun 2003

RSUD Undata Baru
a.    Dasar pembangunan:
Rumah sakit kelas B pendidikan surat keputusan gubernur no.445/73.79/dinkes G-ST tanggal 29 agustus 2003. Surat keputusan menteri percepatan pembangunan kawasan Indonesia timur NO.046/KEP/PPTKTI/VII2003 tanggal 7 juli 2003.
Didukung oleh surat keputusan rector universitas tadulako NO.4022 j 28 PG/2003 yang di peruntukan fakultas kedokteran universitas tadulako ke depan.
b.    Dasar perpindahan
Surat keputusan gubernur NO.445/400/R0/ADM
KESRAMAS tanggal 06 agustus 2009 dan surat keputusan DPRD Propinsi Sulawesi tengah NO.13/PJMP-DPRD/2009. Tanggal 24 juli 2009.
Sesuai peraturan gubernur propinsi Sulawesi tengah NO.42 tahun 2009, tanggal 17 april 2009 tentang uraian tugas, fungsi dan tata kerja rumah sakit umum daerah undata palu adalah sebagai berikut:
a.    Kedudukan
1.    Rumah sakit umum daerah undata merupakan lembaga teknis daerah provinsi yang mengelolah urusan pemerintahan bidang pelayanan kesehatan menunjang pemerintah daerah.
2.    Rumah sakit umum daerah undata  dipimpin oleh seorang direktur yang ada di bawah dan bertanggung jawab kepada gubernur melalui sekretaris daerah.
3.    Rumah sakit umum daerah undata merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Sulawesi tengah.
b.    Tugas pokok:
Rumah Sakit Umum Daerah Undata mempunyai tugas pokok yaitu: menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya pencegahan, penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara serasi terpadu dengan upaya peningkatan dan penanganan limbah rumah sakit serta melaksanakan upaya rujukan sesuai denagn undang-undang yang berlaku.
Dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan RSUD Undata menganut azas-azas:
1.    Asas kepastian hukum
2.    Asas tertib penyelenggaraan Negara
3.    Asas kepentingan umum
4.    Asas keterbukaan
5.    Asas proposionalitas
6.    Asas profesionalitas, dan
7.    Asas akuntabilitas

c.    Fungsi:
1.    Pelayanan medis
2.    Pelayanan penunjang medis dan non-medis
3.    Pelayanan asuhan keperawatan
4.    Pelayanan rujukan
5.    Pelayanan  pendidikan dan pelatihan
6.    Pengelolaan administrasi dan keuangan
2.    Susunan organisasi
Susunan organisasi RSUD Undata provinsi Sulawesi tengah terdiri dari:
a.    Direktur
b.    Wakil direktur umum dan keuangan membawahi 3 (tiga) kepala bagian yaitu:
1.    Bagian keuangan membawahi 2 (dua) kepala sub bagian, yaitu:
a.    Sub bagian perbendaharaan dan mobilisasi dana
b.    Sub bagian verifikasi dan akuntasi
2.    Bagian perlengkapan dan umum, membawahi:
a.    Sub bagian umum
b.    Sub bagian perlengkapan meliputi
·         Instalasi sanitasi
·         Instalasi pemulasaran jenazah

3.    Bagian kepegawaian membawahi:
a.    Sub bagian pengembangan karier dan mutasi
b.    Sub bagian penerimaan, pengangkatan dan pemberhentian
c.    Wakil direktur pelayanan membawahi 3 (tiga) kepala bidang, yaitu:
1.    Bidang pelayanan medik membawahi:
a.    Seksi pengembangan fasilitas dan rujukan
b.    Seksi pengembangan dan pengendalian mutu pelayanan medik, meliputi:
·         Instalasi bedah sentral
·         Instalasi rawat jalan
·         Instalasi gawat darurat
·         Instalasi farmasi
·         ICU/ICCU, dan
·         Instalasi psikologi
2.    Bidang keperawatan, membawahi:
a.    Seksi pengendalian mutu penunjang medik
Seksi pengembangan dan pemeliharaan fasilitas penunjang medik meliputi:
·         Instalasi radiologi
·         Instalasi laboratorium
·         Instalasi rehabilitasi medik
·         Instalasi laundry/kamar cuci
·         Instalasi sterilisasi sentral
·         Instalasi pemeliharaan sarana rumah sakit
d.    Wakil direktur program dan pendidikan latihan dan penelitian membawahi 3 (tiga) bidang yaitu:
1.    Bidang program dan evaluasi, membawahi:
a.    Seksi penyusunan program
b.    Seksi monitoring dan evaluasi
2.    Bidang pendidikan, latihan dan penelitian membawahi:
a.    Seksi pendidikan
b.    Seksi penelitian
3.    Bidang rekam medik dan informasi, membawahi:
a.    Seksi rekam medik
b.    Seksi informasi dan pemasaran
e.    Kelompok jabatan fungsional

Sumber Daya
1.    Tanah dan Gedung
Hingga akhir tahun 2009, RSUD Undata telah memiliki 2 (dua) lokasi rumah sakit. Lokasi pertama terletak di jalan dr. suharso no. 14 palu, yang memiliki luas tanah sekitar 41.067 M2 (undata lama). Gedung perawatan rawat inap sebanyak 16 ruangan dengan kapasitas 329 tempat tidur. 14 ruangan instalasi penunjang perawatan. Lokasi kedua terletak di jalan trans Sulawesi tonda. Memiliki luas sekitar 60 M2 fasilitas pelayanan yang telah ada yaitu:
a.    16 ruangan ruangan klinik pelayanan rawat jalan
b.    Gedung administrasi
c.    Gedung instalasi, gawat darurat dan instalasi bedah sentral
d.    Gedung rawat inap bertingkat kapasitas 62 tempat tidur
e.    Gedung rawat inap klas III bertingkat dengan kapasitas 128 tempat tidur
Gedung yang di rencanakan untuk tahun kedepan sesuai master plan yaitu:
·         Gedung rawat klas I dan VIP
·         Gedung instalasi perawatan insentif (ICU/ICCU)
·         Gedung medikal chek Up (laboratorium dan rontgen)
·         Gedung instalasi medik
·         Gedung instalasi farmasi
·         Gedung obstetric dan ginekology
·         Gedung instalasi gizi
·         Gedung instalasi laundry
·         Gedung kamar jenazah
·         Gedung instalasi pengelolaan air limbah



2.    Ketenagaan
1.    Tenaga medis
Dokter ahli terdiri dari:
·         Dokter ahli THT                                                             : 1 orang
·         Dokter ahli penyakit dalam                                         : 3 orang
·         Dokter ahli kebidanan dan penyakit kandungan   : 4 orang
·         Dokter ahli penyakit anak                                           : 4 orang
·         Dokter ahli bedah                                                         : 4 orang
·         Dokter ahli anestesi                                                     : 3 orang
·         Dokter ahli bedah mulut                                              : 1 orang
·         Dokter ahli penyakit mata                                            : 1 orang
·         Dokter ahli penyakit syaraf                                         : 2 orang
·         Dokter ahli penyakit jantung                                       : 1 orang
·         Dokter ahli penyakit kulit dan kelamin                      : 2 orang
·         Dokter ahli radiologi (rontgen)                                                : 2 orang
·         Dokter ahli patologi klinik                                            ; 1 orang
·         Dokter magister (M.Kes)                                              : 4 orang
·         Dokter DTMH (S2)                                                        : 1 orang
·         Dokter umum                                                                 : 24 orang
·         Dokter gigi                                                                      : 5 orang

2.    Tenaga paramedik terdiri dari                                           
Tenaga perawat sebanyak                                                 : 289 orang
Tenaga paramedik non perawat                                       : 105 orang
Tenaga administrasi                                                            : 172 orang
Jumlah tenaga PNS sebanyak                                         : 630 orang
Tenaga calon PNS                                                              : 51   orang
Tenaga honorer, kontrak, sukarela dan satpam                        : 205 orang
Total pegawai rumah sakit umum daerah undata         : 885 orang
3.    Jenis pelayanan
RSUD Undata Palu menyediakan sebanyak 16 jenis pelayanan, sebagai berikut:
1)    Instalasi rawat jalan
2)    Instalasi rawat darurat
3)    Instalasi rawat inap
4)    Instalasi radiologi
5)    Instalasi laboratorium
6)    Instalasi ICU/ICCVU
7)    Instalasi bedah sentral
8)    Instalasi rehabilitasi medic

9)       Instalasi gizi
10)    Instalasi farmasi
11)    Instalasi pemeliharaan sarana RS
12)    Instalasi laundry
13)    Instalasi sentral sterilisasi
14)    Instalasi sanitasi
15)    Instalasi pemulasaran jenazah
16)    Unit pelayanan hemodialisa

4.    Keuangan
Sesuai APBD tahun 2009 RSUD undata mendapat anggaran sebesar Rp 60.998.302.911 (enam puluh miliar Sembilan ratus Sembilan puluh delapan juta tiga ratus dua ribu Sembilan ratus sebelas). Realisasi sebesar Rp 58.934.929.750 (lima puluh delapan miliar Sembilan ratus tiga puluh empat Sembilan ratus dua puluh Sembilan tujuh ratus lima puluh rupiah) atau 96,67 %.
Adapun target penerimaan retribusi pelayanan kesehatan RSUD undata adalah sebesar Rp 15.713.799.500 (lima belas miliar tujuh ratus tiga belas juta tujuh ratus Sembilan puluh Sembilan ribu lima ratus rupiah) atau 103.63 %.







BAB III
ANALISIS SITUASI KHUSUS
A.   Struktur Organisasi Unit (Tim Pengelolah Jamkesmas) RSUD Undata Palu
1.    Pengarah                : Mahmud SE, MM
2.    Ketua                       : Amsyar Praja Sp. A
3.    Sekretaris                : Pamawang SKM, M.Kes
4.    Bendahara              : Hj. Mariani SE
5.    Verifikator
a.    Internal             :
-    Jein monalisa
-    Yulianus baso
-    Arnol Ferdinand
-    Musdalifah, SKM
b.    Dependent       :
-     Burhaniddin SKM
-    Annisa Ibrahim Amd. Far
6.    Staf                           :
-    Novayant
-    Foniem S.si
-    Irawati SE
B.   Jenis dan Prosedur Pelayanan
1.    Pasien JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat)
Alur pelayanan pasien pengguna jamkesmas adalah pasien yang telah melengkapi persyaratan yang ditentukan, yakni surat rujukan intern dari ruangan dimana pasien di rawat dan surat rujukan dari puskesmas wilayah tempat domisili pasien tersebut, surat keabsahan dari PT. Askes, kartu jamkesmas dan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu keluarga (KK). Bagi pasien di bawah umur 17 tahun atau yang belum layak menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Maka petugas pelayanan di unit pengelolah jamkesmas meminta agar melampirkan Kartu Keluarga (KK) sebagai pengganti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Setelah pasien/keluarga pasien melengkapi persyaratan yang telah di tentukan, maka petugas pelayanan mengeluarkan Surat Bukti Pelayanan (SBP).
2.    Pasien JAMPERSAL (Jaminan Persalinan)
Prosedur pelayanan jampersal berlaku pada status pasien yang akan melakukan persalinan. Yang dijamin oleh Jaminan Persalinan adalah: Ibu hamil, Ibu bersalin, Ibu nifas (pasca melahirkan sampai 42 hari), Bayi baru lahir (0-28 hari). Yang dapat memperoleh pelayanan jaminan persalinan adalah seluruh ibu hamil yang belum mempunyai jaminan kesehatan.
Adapun mekanisme pelayanan pasien jampersal di unit pengelolah jamkesmas RSUD Undata adalah surat rujukan dari puskesmas, foto copy buku control KIA, foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) suami istri.
3.    Pasien JAMKESDA
JAMKESDA (Jaminan Kesehatan Daerah) merupakan jaminan yang di siapkan untuk melayani masyarakat yang tidak memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS), program ini di sediakan agar semua masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan mudah dan terjangkau. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan melalui program jamkesda, pasien harus melengkapi persyaratan yang menjadi ketentuan yakni; surat rujukan intern, surat rujukan dari puskesmas, kartu keluarga, surat rekomendasi dari dinas kesehatan kabupaten/kota dan dinas kesehatan propinsi. Setelah semua persyaratan sudah di lengkapi oleh pasien atau keluarga pasien, maka petugas jamkesda mengeluarkan Surat Bukti Pelayanan (SBP).
BAB IV
IDENTIFIKASI DAN PRIORITAS MASALAH
A.   Identifikasi Masalah
Dalam proses mengidentifikasi masalah pada unit pengelolah jamkesmas di RSUD Undata Palu, peserta magang menggunakan metode observasi lapangan pada saat melayani pasien yang berkunjung di ruangan tersebut. Adapun masalah-masalah yang ditemukan dilapangan “unit pengelolah jamkesmas” adalah sebagai berikut:
1.    minimnya informasi yang diterima oleh pasien tentang prosedur dan kelengkapan pada saat melakukan pengobatan
2.    minimnya sarana pendukung pelayanan yang mudah di jangkau oleh pasien

B.   Prioritas Masalah
Dengan melihat beberapa poin identifikasi masalah yang di nilai menjadi pokok permasalahan yang ditemukan di unit kerja peserta magang, maka masalah yang diprioritaskan adalah mengadakan sarana pendukung pelayanan di unit pengelolah jamkesmas sehingga dapat membantu dan memudahkan pasien pada saat melengkapi persyaratan yang telah di tentukan.









BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.   Hasil
Adapun hasil yang diperoleh selama kegiatan magang berlangsung dijabarkan pada tabel sebagai berikut:

1.     Tabel Kunjungan Pasien Jamkesmas
NO

TANGGAL KUNJUNGAN
STATUS KUNJUNGAN
JUMLAH
R.I
R.J
1
9 – 14 Januari 2012
63
19
82
2
16 – 21 Januari 2012
42
9
51
3
23 – 28 Januari 2012
47
15
62
4
30 Januari – 4 Februari 2012
59
27
86
5
6 – 11 Februari 2012
56
24
80

Ket:
*R.J = Rawat Jalan
*R.I = Rawat Inap
Data primer: pengelolah jamkesmas RSUD Undata Palu tahun 2012



2.     Tabel Kunjungan Pasien Jampersal
NO
TANGGAL KUNJUNGAN
JUMLAH
1
9 – 14 Januari 2012
33
2
16 – 21 Januari 2012
32
3
23 – 28 Januari 2012
41
4
30 Januari – 4 Februari 2012
34
5
6 – 11 februari 2012
40

Data primer pengelolah jamkesmas RSUD Undata Palu tahun 2012






3.     Tabel kunjungan pasien jamkesda
NO
TANGGAL KUNJUNGAN
JUMLAH
1
9 – 14 Januari 2012
32
2
16 – 21 Januari 2012
30
3
23 – 28 Januari 2012
27
4
30 januari – 4 februari 2012
23
5
6 – 11 februari 2012
27

Data primer pengelolah jamkesmas RSUD Undata Palu tahun 2012

B.   Pembahasan
1.    Tabel I: Kunjungan Pasien Jamkesmas
Kunjungan pasien pengguna jamkesmas rawat inap dan rawat jalan pada tanggal 9 s/d 14 Januari 2012 adalah sebanyak 82 pasien, kunjungan pada tanggal 16 s/d 21 januari 2012 adalah sebanyak 51 pasien, kunjungan pada tanggal 23 s/d 28 januari 2012 adalah sebanyak 62 pasien, kunjungan pada tanggal 30 januari s/d 4 februari 2012 sebanyak 86 pasien, sedangkan jumlah kunjungan pada tanggal 6 s/d 11 februari 2012 adalah sebanyak 80 pasien. Jumlah secara keseluruhan kunjungan pasien yang menggunakan jamkesmas pada tanggal 9 januari s/d 11 februari 2012 adalah sebanyak 361 pasien.

2.    Tabel II: Kunjungan Pasien Jampersal
Kunjungan pasien pengguna jampersal pada tanggal 9 s/d 14 Januari 2012 adalah sebanyak 33 pasien, kunjungan pada tanggal 16 s/d 21 januari 2012 adalah sebanyak 32 pasien, kunjungan pada tanggal 23 s/d 28 januari 2012 adalah sebanyak 41 pasien, kunjungan pada tanggal 30 januari s/d 4 februari 2012 sebanyak 34 pasien, sedangkan jumlah kunjungan pada tanggal 6 s/d 11 februari 2012 adalah sebanyak 40 pasien. Jumlah secara keseluruhan kunjungan pasien yang menggunakan jampersal pada tanggal 9 januari s/d 11 februari 2012 adalah sebanyak 180 pasien.


3.    Tabel III: Kunjungan Pasien Jamkesda
Kunjungan pasien pengguna jamkesda pada tanggal 9 s/d 14 Januari 2012 adalah sebanyak 32 pasien, kunjungan pada tanggal 16 s/d 21 januari 2012 adalah sebanyak 30 pasien, kunjungan pada tanggal 23 s/d 28 januari 2012 adalah sebanyak 27 pasien, kunjungan pada tanggal 30 januari s/d 4 februari sebanyak 23 pasien, sedangkan jumlah kunjungan pada tanggal 6 s/d 11 februari 2012 adalah sebanyak 27 pasien. Jumlah secara keseluruhan kunjungan pasien yang menggunakan jamkesmas pada tanggal 9 januari s/d 11 februari 2012 adalah sebanyak 112 pasien.

Grafik Gambaran Jumlah Kunjungan Pasien JAMKESMAS, JAMPERSAL dan JAMKESDA di RSUD Undata Palu Tanggal 9 Januari s/d 11 Februari 2012













BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
A.   Kesimpulan
Dari beberapa penjelasan di atas, maka dapat di simpulkan sebagai berikut:
1.     
2.     

B.   Saran
1.    Bagi Rumah Sakit
a.     Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien baik secara umum maupun secara khusus.
b.     Diharapkan kepada pihak Rumah Sakit agar meningkatkan sarana pendukung pelayanan kesehatan di masing-masing unit pelayanan.
2.    Bagi institusi
Diharapkan kepada pihak instansi agar meningkatkan proses monitoring kepada peserta magang, sehingga di ketahuinya kendala dan kebutuhan peserta selama kegiatan magang berlangsung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

RADIO

Widget By: Forantum

Amazon MP3 Clips